Pendidikan Islam

Apa Hukum Sholat Tarawih…?

Sudah menjadi sebuah kelumrahan di kalangan umat islam ketika memasuki bulan Ramadhan, seluruh umat islam melaksanakan sholat Tarawih secara berjama’ah baik di mushollah atau masjid.

Semua umat islam sangat bersemangat dalam melakukan sholat tarawih dan amal sholeh selama bulan Ramadhan. Hal itu disebabkan, karena di bulan Ramadhan pahala dilipat gandakan, beda dengan bulan yang lainnya.

Related Articles

Namun demikian, apakah umat islam telah mengetahui hukum sholat tarawih itu, dan bagaimana jika seseorang tidak melaksanakan sholat tarawih selama bulan Ramadhan. Yang mana pembahasannya sebagaimana berikut.

Sholat tarawih merupakan sholat malam yang dikerjakan di bulan suci Ramadhan, sesudah melakukan sholat isya’ dan sebelum witir.
Dan hukum sholat tarawih itu sendiri ialah sunnah Muakkad. Berdasarkan hadits nabi muhammad SAW.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

Mengenai jumlah raka’at sholat tarawih banyak perbedaan pendapat, antaranya Ibnu Abbas meriwayatkan nabi sholat 20 Rakaat dan witir, Yazid bin Ruman meriwayatkan bahwa di zaman sayyidina umar melakukan sholat malam 23 Rakaat, Sahabat Jabir meriwayatkan bahwa nabi sholat 8 Rakaat dan banyak lagi pendapat yang lainnya.

Adapun di kalangan umat islam khususnya masyarakat NU, kebanyakan mengambil yang 23 Rakaat dengan sholat witirnya. Hal semacam ini sah-sah saja asalkan telah mengetahui dasar ilmunya, maka bisa bebas memilih pendapat yang mana tentang jumlah Rakaat sholat tarawih.

Mengenai orang yang tidak melaksanakan sholat tarawih, maka tidak berdosa baginya karena hukumnya sholat tarawih itu hanya sunnah. Namun, bagi orang yang tidak memiliki kesibukan, maka sangat rugi karena tidak melaksanakan sholat tarawih.

Sumber keterangan :
• Buku mengamalkan ajaran syariat dan membenahi adat istiadat, karya KH. Muhammad Najih Maimoen.

• Oleh: Muhammad Anggawi (Guru Ma’had Darut Tauhid Rapa Laok, Omben, Sampang).

Show More

Related Articles

Back to top button