Sampang – Wartamadura.co Hanya karena setumpuk sampah yang dibakar lalu ditinggalkan, Kampung Kranggen mendadak heboh. Sore hari di Kelurahan Gunung Sekar, Kamis (5/11/2026), berubah jadi kepanikan saat kobaran api merambat cepat di atas lahan kering.
Lahan milik Saleh (63) itu memang mudah terbakar. Rumput liar dan semak kering memenuhi area seluas kurang lebih 50 meter persegi. Begitu api menyentuh, kobarannya langsung membesar dan sulit dikendalikan.
Warga yang pertama melihat kejadian itu sekitar pukul 18.19 WIB langsung berupaya memadamkan dengan cara seadanya. Namun api sudah terlanjur meluas. Warga lain pun segera menghubungi Damkar.
Tidak sampai sepuluh menit, sirene Damkar memecah keheningan kampung. Satu unit mobil pemadam dan satu unit tangki air tiba di lokasi pukul 18.25 WIB. Tanpa menunggu lama, petugas langsung menggelar selang dan menyemprotkan air ke titik api, dibantu Babinsa dan warga yang ikut berjibaku.
Kerja cepat itu membuahkan hasil. Pukul 18.35 WIB, api berhasil dijinakkan. Petugas tidak langsung pulang. Mereka tetap melakukan pembasahan menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi bara tersembunyi yang bisa menyala kembali.
Pukul 18.50 WIB, seluruh rangkaian pemadaman dinyatakan tuntas. Kampung Kranggen kembali tenang.
Beruntung Nihil Korban
Meski api sempat membesar dan membuat warga panik, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian hanya terbatas pada lahan kering yang terbakar.
Babinsa bersama petugas Damkar juga telah melakukan pendataan, mengumpulkan keterangan warga, dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penyebab kebakaran.
Dugaan kuat, api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan hingga merambat ke lahan kering di sebelahnya.
Kejadian ini menjadi peringatan keras. Di musim kering, api kecil yang ditinggalkan bisa berubah menjadi kebakaran besar dalam hitungan menit. Jangan pernah meninggalkan api dalam keadaan menyala.(aab)












