Berita

Kusuma Hospital Tidak Beritikat Baik, Keluarga Korban Datangi Dinas Kesehatan Pamekasan

173
×

Kusuma Hospital Tidak Beritikat Baik, Keluarga Korban Datangi Dinas Kesehatan Pamekasan

Sebarkan artikel ini

Pamekasan_ wartamadura.id – Insiden kematian seorang ibu muda Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, semakin runyam. keluarga korban melalui Madas Pamekasan menilai manajemen Kusuma Hospital kurang empati dan tidak ada itikad baik pada keluarga.

Edy, Sekjen Madas serta selaku perwakilan keluarga korban, mengungkapkan kekecewaannya dengan sikap rumah sakit tersebut, serta hingga saat ini tidak ada penjelasan dari pihak Kusuma Hospital

“Bahkan sekadar berkunjung pun tidak pernah mereka lakukan kepada pihak korban,” ungkapnya.

Madas Pamekasan melakukan audiensi ke Dinas Kesehatan Pamekasan. Pihaknya mendesak agar Dinkes memberikan hukuman tegas karena ini sudah menyangkut nyawa.

Edy menambahkan bahwa, hasil audiensi tersebut belum memuaskan karena masih ada beberapa poin yang belum terjawab oleh pihak Dinas Kesehatan.

Lebih lanjut Edy memaparkan, kasus yang diduga kelalaian Kusuma Hospital bukan hanya kematian ibu muda asal Candi Burung tersebut. Menurutnya, ada banyak laporan lain yang diterima pihaknya dengan kasus yang berbeda-beda.

“Banyak kasusnya yang menimpa pasien Kusuma Hospital. Seperti jari-jari balita yang kena gunting bedah, dan masih banyak lagi kasusnya. Perihal ibu bersalin juga banyak laporan ke kami. Makanya kami harap Kusuma Hospital ini segera diberi sanksi biar tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin, mengungkapkan bahwa tindakan medis Kusuma Hospital dinilai sudah sesuai SOP. Ia menambahkan, plasenta akreta hanya bisa terdeteksi setelah dibedah dan tidak dapat ditemukan melalui USG.

Kendati demikian dr. Saifudin, menekankan pentingnya komunikasi yang humanis dari setiap fasilitas kesehatan, baik swasta maupun milik pemerintah.

“Entah komunikasinya dalam bentuk simpati atau apa pun itu. Ada RS yang komunikasinya bagus, setiap Jumat ada kayak Jumat berkah. Terus kalau maulid juga merayakan, padahal non-Muslim itu pimpinannya. Harapan saya bisa seperti itu,” ujarnya