Pemasyarakatan

Bukan Sekadar Kenyang, Lapas Narkotika Pamekasan Pastikan Makanan Warga Binaan Aman dan Sehat

25
×

Bukan Sekadar Kenyang, Lapas Narkotika Pamekasan Pastikan Makanan Warga Binaan Aman dan Sehat

Sebarkan artikel ini

Pamekasan —  WartaMadura id Di balik tembok tinggi Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, ada satu hal yang tak boleh luput dari perhatian: sepiring makanan yang tersaji untuk warga binaan harus aman, higienis, dan layak konsumsi.

Atas dasar itu, Lapas Narkotika Pamekasan menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan menggelar Pelatihan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Jumat (6/11/2026).

Bertempat di Aula Sahardjo, kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu diikuti pegawai dari berbagai lini. Mulai dari Kasi Binadik, Kasubsi Bimkeswat, Tata Usaha, Keamanan dan Ketertiban, hingga Kesatuan Pengamanan Lapas.

 

Satu Kesalahan Kecil, Dampaknya Bisa Besar

Penyuluhan kali ini menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Yakni Tutik Endrawati, http://S.KM. dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dan Enny Nurhayati, S.KM., petugas sanitasi Puskesmas Teja.

Tutik membuka sesi dengan materi yang membuat peserta langsung fokus: jenis-jenis cemaran pangan.

Menurutnya, ancaman dalam makanan tidak selalu terlihat. Ada cemaran fisik seperti rambut, kerikil, hingga potongan benda asing. Ada cemaran biologis dari bakteri dan virus. Ada cemaran kimia dari residu pestisida maupun bahan tambahan yang tidak tepat. Bahkan ada alergen yang bisa memicu reaksi berbahaya bagi sebagian orang.

Untuk mencegah itu semua, Tutik menekankan Lima Kunci Keamanan Pangan sebagai standar wajib di dapur:

Pertama:

jaga suhu pangan tetap aman.

Kedua:

gunakan air dan bahan baku yang layak.

Ketiga:

jaga kebersihan diri, alat, dan lingkungan.

Keempat,

masak hingga benar-benar matang.

Kelima,

berikan informasi atau label yang jelas pada pangan.

 

“Keamanan pangan itu bukan pekerjaan dapur saja. Ini tanggung jawab bersama. Dari mulai memilih bahan, menyimpan, mengolah, sampai menyajikan, semuanya harus bersih dan terkontrol,” ujar Tutik.

 

Higiene Petugas Jadi Kunci Utama

 Enny Nurhayati yang menyoroti hal paling mendasar namun sering disepelekan: kebersihan petugas pengolah makanan.

Enny menjelaskan, tubuh manusia bisa menjadi sumber cemaran jika tidak dijaga. Tangan yang tidak dicuci, kuku panjang, hingga kondisi tubuh yang sedang sakit, bisa memindahkan bakteri ke makanan.

Karena itu, peserta diajak membiasakan disiplin higiene. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah mengolah makanan, gunakan sarung tangan, penutup kepala, dan apron, serta tidak memaksakan diri mengolah makanan saat sedang sakit.

“Pencegahan itu jauh lebih murah dan lebih mudah daripada mengobati. Kalau higiene dijaga, risiko penyakit akibat pangan bisa ditekan,” kata Enny.

 

Kasi Binadik: Kualitas Makanan Adalah Bentuk Pelayanan

Kasi Binadik Lapas Narkotika Pamekasan, Panticius Marianto, menegaskan penyuluhan ini bukan sekadar agenda seremonial.

Menurutnya, pemenuhan makanan bagi warga binaan tidak bisa hanya diukur dari jumlah porsi. Kualitas, kandungan gizi, dan keamanannya harus sama-sama diperhatikan.

“Makanan yang kami sajikan adalah bagian dari pelayanan dan pembinaan. Warga binaan berhak mendapatkan makanan yang aman dan sehat. Harapan kami, setelah penyuluhan ini, standar itu benar-benar diterapkan di lapangan,” tegas Panticius.

 

Dari Aula ke Dapur, Harus Nyata

Kegiatan ini menjadi bukti sinergi nyata antara Lapas Narkotika Pamekasan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan.

Ilmu yang didapat di Aula Sahardjo diharapkan tidak berhenti menjadi catatan. Melainkan langsung diwujudkan dalam praktik sehari-hari di dapur lapas.

Dengan dapur yang higienis dan pengelolaan pangan yang sesuai standar, Lapas Narkotika Pamekasan melangkah lebih jauh mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bermartabat.(aab)

 

 

Tinggalkan Balasan