JEMBER,WARTAMADURA.ID – Ketua MADAS Sedarah Jember, Agus Jagal, bersama jajaran anggota turun langsung ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk menyerap aspirasi sekaligus mendengarkan berbagai keluhan pedagang terkait aktivitas perdagangan dan kondisi kawasan pasar.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pedagang, termasuk salah seorang anggota MADAS Sedarah yang sehari-hari berjualan ikan di Pasar Tanjung, yakni Sony.
Selain mendengarkan aspirasi, kehadiran jajaran MADAS Sedarah juga diarahkan untuk membangun komunikasi dan ikut menjaga suasana keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan pasar.
Pasar Tanjung yang berada di Jalan Samanhudi, Kecamatan Kaliwates, menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat Jember.
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan terkait aktivitas perdagangan, penataan pedagang, jam operasional, serta kondisi perdagangan di kawasan pasar menjadi bahan pembicaraan.
Ketua MADAS Sedarah Jember, Agus Jagal, mengatakan pihaknya hadir bukan untuk memperkeruh persoalan, melainkan mendengarkan secara langsung aspirasi para pedagang dan mendorong penyelesaian melalui komunikasi serta musyawarah.
“Kami datang untuk mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi para pedagang. Jangan sampai persoalan yang ada justru membuat para pedagang terpecah. Kami mengajak semua pihak menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi,” ujar Agus. Jum’at, (25/9).
Menurutnya, persoalan yang terjadi di lingkungan pasar perlu disikapi secara bijaksana dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Pedagang, pengelola pasar, masyarakat, maupun pemerintah daerah diharapkan dapat duduk bersama untuk mencari solusi yang dapat diterima secara bersama.
“Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama dan mencari solusi yang baik. Jangan sampai terjadi gesekan antar pedagang. MADAS Sedarah memiliki slogan Cinta Damai, sehingga kami ingin keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat dan membantu menjaga suasana tetap kondusif,” katanya.
Sementara itu, Hariyanto selaku mantri beserta jajarannya mengapresiasi kunjungan Ketua MADAS Sedarah Jember bersama jajaran anggota ke Pasar Tanjung. Menurutnya, komunikasi secara langsung dengan pedagang penting dilakukan untuk mengetahui kondisi di lapangan.
Dalam dialog tersebut, Hariyanto menyampaikan adanya sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pola aktivitas perdagangan di kawasan bawah Pasar Tanjung.
Aktivitas perdagangan yang berlangsung pada dini hari dengan menggunakan kendaraan, menurutnya, dinilai turut memengaruhi aktivitas konsumen yang hendak berbelanja ke lantai atas pasar.
Selain itu, terdapat pembahasan mengenai perbedaan harga serta jam operasional yang dinilai perlu mendapatkan perhatian agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung secara tertib dan proporsional.
“Persoalan ini perlu dibahas bersama, terutama berkaitan dengan pengaturan waktu dan jam operasional. Semua pihak tentu harus melihat kondisi para pedagang secara menyeluruh,” jelas Hariyanto.
Dalam kesempatan yang sama, Kanit Polsek Kaliwates, Aipda Beni Satrio, turut hadir dalam dialog tersebut. Kehadiran pihak kepolisian menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan situasi kamtibmas di kawasan Pasar Tanjung.
Pembahasan juga menyinggung rencana penataan pedagang sebagai salah satu alternatif untuk mengoptimalkan fasilitas pasar. Salah satu opsi yang disebut adalah penataan kembali pedagang di bagian bawah agar dapat menempati lantai atas Pasar Tanjung yang masih memiliki ruang kosong.
Selain itu, kawasan Pasar Gebang juga disebut sebagai salah satu alternatif lokasi yang dapat dikaji dalam rangka penataan aktivitas perdagangan.
Namun, seluruh opsi tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut serta keputusan dari pihak yang memiliki kewenangan. Penataan diharapkan tetap mempertimbangkan kondisi dan kepentingan seluruh pedagang sehingga tidak menimbulkan persoalan baru.
Agus Jagal kembali mengimbau seluruh pedagang, termasuk anggota MADAS Sedarah yang beraktivitas di Pasar Tanjung, untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana yang kondusif.
“Kami mengajak seluruh pedagang untuk menjaga persatuan. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi atau pihak-pihak yang justru dapat memperkeruh keadaan. Semua persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah,” tegasnya.
Ia menambahkan, MADAS Sedarah akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari membangun komunikasi sosial dan menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami ingin keberadaan MADAS Sedarah dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, pedagang, pengelola pasar, dan pemerintah. Tujuannya agar setiap persoalan dapat dibicarakan dengan kepala dingin dan dicarikan solusi bersama,” pungkas Agus.
Kehadiran MADAS Sedarah Jember di Pasar Tanjung diharapkan dapat memperkuat komunikasi antarpihak sekaligus mendukung terciptanya aktivitas perdagangan yang aman, tertib, dan kondusif bagi para pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.












