TMMD

Keluarga Sehat Jadi Fondasi Masa Depan, TMMD ke-130 Pamekasan Edukasi Warga Jarin Soal KB dan Kesehatan

6
×

Keluarga Sehat Jadi Fondasi Masa Depan, TMMD ke-130 Pamekasan Edukasi Warga Jarin Soal KB dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Pamekasan- Wartamadura.id Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan non-fisik. Sosialisasi Keluarga Berencana (KB) Kesehatan digelar di Balai Desa Jarin, Kecamatan Pademawu.

Kegiatan yang mengangkat tema _Keluarga Sehat Masa Depan Hebat_ ini dihadiri Penyuluh Keluarga Berencana Kabupaten Pamekasan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), serta perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jumat (23/10).

Hadir sebagai narasumber Vino Aguswedi dan Ammar Zain. Keduanya menyampaikan edukasi seputar kesiapan berkeluarga, kesehatan ibu dan anak, hingga pola pengasuhan yang seimbang antara ayah dan ibu.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya pemahaman usia menikah sesuai ketentuan perundang-undangan. Usia menikah yang ideal dinilai berpengaruh terhadap kesiapan mental, ekonomi, serta kesehatan reproduksi pasangan.

Perhatian khusus juga diberikan pada pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui. Ibu diimbau tidak hanya mengonsumsi makanan berbahan tepung-tepungan, tetapi memperhatikan asupan gizi seimbang untuk mencegah anemia.

“Mencegah anemia pada ibu hamil dan menyusui sangat penting. Asupan nutrisi yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak,” ujar narasumber dalam kegiatan tersebut.

Selain aspek fisik, dukungan emosional suami juga ditegaskan sebagai faktor penting. Dukungan suami dapat mencegah terjadinya baby blues atau stres pasca melahirkan yang kerap dialami ibu baru.

Peran ayah diharapkan tidak terbatas pada urusan ekonomi. Hal sederhana seperti mendampingi istri, membantu pekerjaan rumah, hingga memijat punggung istri untuk melancarkan ASI dinilai sangat membantu.

“Jangan sampai ibu menyerahkan sepenuhnya perawatan anak kepada orang tua. Peran ayah dan ibu harus seimbang. Untuk melancarkan ASI, bisa dengan mengonsumsi daun katuk,” jelas narasumber.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Salah satu persoalan yang mencuat adalah masih adanya warga yang menolak imunisasi anak. Narasumber menegaskan imunisasi merupakan upaya pencegahan yang tidak boleh diabaikan.

“Seorang bapak wajib mengingatkan imunisasi. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demam setelah vaksin merupakan reaksi wajar dan tidak perlu ditakuti,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, peserta diimbau rutin memeriksakan balita ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD ke-130 yang bertujuan membangun Desa Jarin tidak hanya dari segi infrastruktur, tetapi juga dari kualitas keluarga sebagai fondasi masa depan yang hebat. (aab)

Tinggalkan Balasan