Sumenep, wartamadura.id – Sumenep, ujung timur pulau Madura yang dikenal dengan kota keris tak hanya kaya akan budaya, tradisi, pulau, laut dan juga destinasi wisata alam, tetapi juga memiliki kekayaan alam yang menjadi ladang ekonomi masyarakat.
Salah satu kekayaan alam yang saat ini sedang mendunia adalah buah pohon siwalan, dari tangan terampil daun pohon siwalan bisa menjadi tikar, tangkai bunganya bisa mengeluarkan air legen yang dapat dinikmati langsung atau diolah menjadi gula merah.
Tidak hanya itu, di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep pucuk daun pohon siwalan pun tak luput dari perhatian untuk menjadi tambahan ekonomi, ditangan para pekerja pucuk daun pohon siwalan bisa menjadi ladang ekonomi hingga saat ini harga pucuk daun pohon siwalan tetap stabil.
Pucuk daun pohon siwalan setelah dikeringkan barulah dikirim ke Bali, berbeda dengan buah lontar atau buah pohon siwalan (ta’al) yang sudah menguasai pasar Nasional, bahkan saat ini buah yang kenyal dan manis ini sudah tembus pasar Internasional, tidak heran jika setiap hari para pekerja terus memanen buah ini.
Masdi, pemilik Istana Siwalan di Desa Karduluk yang merupakan juragan dari buah lontar ini mengungkapkan bahwa saat ini usaha yang ditekuni selama 5 tahun ini tidak hanya berputar di Indonesia saja tetapi peminatnya sudah tembus ke Internasional.
“Alhamdulillah usaha yang saya tekuni sejak tahun 2020 tepatnya bulan September ini sudah tembus pasar Internasional, biasanya saya kirim itu ke Medan, Batam, Kalimantan, Jakarta ya seputar Jawa Timur seperti Tuban, Probolinggo, Surabaya, Sidoarjo dan daerah lain di Jatim, tetapi kemarin saya sudah ekspor ke Kamboja”, ungkapnya.
Pihaknya berkomitmen menjaga kualitas buah lontar agar peminatnya semakin meluas, bahkan Ia menargetkan buah lontar yang dulunya hanya terbuang sia-sia bisa menjadi barang yang manfaat dan mendunia.
“Target saya ya buah lontar bisa mendunia, dulunya buah ini kan selalu diabaikan sampai membusuk sejak tahun 2020 saya merintis dan membeli dari masyarakat sekitar karena kebetulan di Dusun Bapelle Desa Karduluk ini hampir semua tanah ada pohon siwalan, sejak itulah saya memulai bisnis dan Alhamdulillah berjalan sampai sekarang”, tuturnya.
Pihaknya berpesan kepada masyarakat agar tidak takut untuk memulai usaha dan mulailah membuka dengan hal yang ada di sekitarnya, karena selain efisien juga dapat membuat masyarakat sekitar, terlebih di era digitalisasi semua bisa dijual semua bisa dibeli dengan mudah.
“Jangan takut memulai usaha, di awal memang penuh tantangan tapi lama-kelamaan akan nyaman, apalagi sekarang sudah ada teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk jual-beli, jadi tidak perlu takut untuk memulai usaha”, pungkasnya. (Hor95)












