Berita

Oknum Pendamping PKH di Sumenep Berulah

160
×

Oknum Pendamping PKH di Sumenep Berulah

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, – wartamadura.id Insiden tidak mengenakkan terjadi pada Kamis,13 November 2025 di Desa Karang Nangka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Seorang oknum Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berinisial (S) diduga mengancam wartawan saat dimintai klarifikasi mengenai laporan warga terkait dugaan ketidak tepatan penyaluran bantuan sosial.14/11/25

 

Peristiwa bermula ketika awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada (S) selaku oknum pendamping PKH mengenai adanya aduan warga yang menyebutkan terdapat keluarga mampu yang masih menerima bantuan PKH, sementara beberapa warga kategori miskin justru tidak terdata sebagai penerima manfaat.

 

Alih-alih memberikan penjelasan, oknum tersebut justru diduga bereaksi keras dan melontarkan kalimat bernada ancaman.

“Kalau berani beritakan,” ujarnya dengan nada tinggi, sebagaimana diceritakan oleh awak media ini.

 

Ucapan bernada intimidatif tersebut membuat suasana memanas dan wartawan merasa terancam. Redaksi dari wartawan tersebut kemudian mengecam keras tindakan oknum pendamping PKH dan mempertimbangkan langkah hukum atas dugaan penghalangan kerja jurnalistik.

 

Oknum PKH tersebut ditenggarai seorang oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dengan lantang dan seakan menantang wartawan dalam bertugas.

 

Ditempat yang lain Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Aktivis Pantura (GAP) Abdul Holik turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa perilaku intimidatif terhadap wartawan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

 

“Wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Mengancam wartawan adalah tindakan melanggar hukum dan bisa dipidana,” tegasnya.

 

Masyarakat Desa Karang Nangka juga menyayangkan sikap oknum PKH yang merangkap nenjadi anggota LSM tersebut. Warga berharap Dinas Sosial Kabupaten Sumenep segera turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap (S) , mengingat pendamping PKH semestinya menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan tanpa menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Sumenep belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun sumber internal menyebutkan bahwa pimpinan dinas telah meminta laporan lengkap mengenai insiden ini.

 

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang dan penyaluran bantuan PKH di Desa Karang Nangka dapat berjalan sesuai aturan serta tepat sasaran tanpa adanya intimidasi terhadap warga maupun insan pers.