Daerah

Pemdes Temoran Gelar Musdes Penetapan KPM BLT DD

SAMPANG, WartaMadura.id – Bertempat di kediaman PJ Kepala Desa Temoran, Omben, Sampang, Madura, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat menggelar Musyawarah Desa (Musdes), Sabtu (20/01/2024).

Kegiatan musdes dipimpin langsung PJ Kepala Desa Temoran Rizky Amelia, dalam rangka validasi, verifikasi dan penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Musdes yang berlangsung cukup khidmat dan lancar tersebut, dihadiri perwakilan Pemerintah Kecamatan Omben, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), perangkat dan pendamping desa serta tokoh masyarakat.

PJ Kepala Desa Temoran Rizky Amelia menyampaikan, urgensi BLT DD tahun anggaran 2024 ini sebagai langkah nyata, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Maka dari itu, dengan adanya musdes tentang validasi, verifikasi dan penetapan KPM BLT DD, dapat sekiranya sesuai harapan masyarakat desa,” tutur Amelia kepada wartamadura.

Amelia menjelaskan, Pemerintah Desa menganggarkan dan melaksanakan kegiatan prioritas bersumber dari DD tersebut. Diutamakan penggunaannya, salah satunya untuk program pemulihan ekonomi.

“Pemerintah melanjutkan kembali progam BLT DD, pada tahun ini prioritas pemerintah digulirkan bagi keluarga miskin, tentunya yang sangat kronis dan tunggal,” ucapnya.

Menurut Amelia, bagi masyarakat yang terdaftar sebagai penerima BLT DD tahun ini tentu sangat menunggu hasil pencairan. Bagi masyarakat yang terdaftar, nantinya akan di hubungi perangkat desa.

“Sebelum melakukan penetapan dan penyaluran BLT DD tahun 2024, untuk penetapanya di Desa Temoran menjadi syarat utama,¬†yaitu keluarga miskin,” tandasnya.

Selain itu, imbuh Amelia, BLT DD menyasar keluarga kehilangan mata pencaharian, keluarga memiliki anggota keluarga rentan sakit, memiliki anggota keluarga rumah tangga tunggal lansia atau difabel.

“Dengan kesepakatan yang dicapai dalam musyawarah, Desa Temoran telah menetapkan penerima BLT DD tahun 2024, sebagai langkah strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya. (rom)

Show More

Related Articles

Back to top button